banner2.jpg

Goblog Media » Gray Area » Buruh

« Previous post | Next post »


Tuesday | 7 January 2003
Buruh

"Selama gue kerja gue gak pernah merasa jadi lebih dari seorang buruh..." said one of my good friend once.

Dipikir-pikir memang begitulah adanya, tanpa kita sadari. Sesaat kita sering bangga dengan pekerjaan kita, apalagi kalau kerjaan yang berkantor di gedung yang terletak di kawasan elit, rekan kerja yang cantik, ganteng, baju-baju yang wangi dan rapi.

Tetapi yang kita lakukan cuma menjadi tangan-tangan tanpa kenal lelah dari sistem besar di atas kita. Kita tetap dikejar-kejar deadline, waktu kerja yang fix, nguber-nguber bis, taksi, atau bermacet-macet dalam kendaraan sendiri di pagi dan sore hari. Gak jauh beda dengan buruh biasa yang juga kerja dengan shift waktu teratur, masuk pagi bareng-bareng, pulang sore ramai-ramai, nunggu bis. Cuma karena beda tampilan luar "pakaian" karena tidak musti pakai seragam, dan ruang kerja yang lebih nyaman, tercipta kelas semu yang seakan lebih tinggi.

Para pekerja berseragam itu sering mengeluh, protes pada atasan, demo, masalah kenaikan UMR, atau bonus tahunan dan THR. Pekerja tak berseragam juga mengeluh, menggunjingkan kelakuan bos-bos besar, ngedumel tentang masalah lembur, masalah cuti tahunan, dll. Masing-masing dengan keluhan ketidakpuasannya.

...,

Senang banget bisa lihat orang-orang yang mengerjakan pekerjaannya dengan senang, bahwa kerja itulah hidup mereka, tanpa beban ketidakpuasan. Seperti Bang Joni tukang ketoprak yang sering lewat sambil siul-siul di daerah rumah gue, atau tukang baso di daerah rawa bambu yang selalu joget-joget saat meracik baso untuk pelanggannya, atau Bang Jose Rizal yang jualan buku di TIM sambil nongkrong dan ngobrol-ngobrol. But, hell... manusia mana ada yang pernah puas sih...

January 7, 2003 9:47 AM