banner2.jpg

Goblog Media » Gray Area » Takdir One of my friend

« Previous post | Next post »


Wednesday | 7 August 2002
Takdir One of my friend

Takdir

One of my friend yang kerjanya selalu curhat asked me this question: "Apakah hal-hal kejadian di dunia ini sudah takdir atau karena diri kita sendiri? Kalau itu takdir berarti kita gak bisa berbuat apa-apa lagi..."

Buat teman-teman yang non-beliefs, agnostic, atau yang terekstrim atheis, ini adalah pertanyaan yang mudah. Segala yang terjadi di dunia ini adalah akibat dari perbuatan kita sendiri, di mana kehidupan ini adalah suatu evolusi. Sebagaimana Darwin yang mengatakan bahwa manusia itu bukan berasal dari Adam dan Hawa, melainkan akibat dari seleksi natural. Di mana spesies kera yang mau dan bisa bertahan hidup akhirnya berevolusi dalam kehidupan panjangnya menjadi manusia.

Lain lagi bagi yang percaya pada kitab suci. Segala awal dari kejadian ini adalah Tuhan dan alur kehidupan sudah tertulis dalam takdir. Walaupun begitu gue percaya bahwa takdir pun bisa berubah.

I've read a book from Jalaluddin Rakhmat about tassawuf. It says that Tuhan menciptakan alam semesta ini dan menjalankan takdirnya melalui kita makhluknya. Dan kita bisa merubah takdir itu bila kita berpikir untuk menyatukan pikiran dan kehendak kita dengan-Nya. Semakin dekat kita dengan Tuhan Sang Kreator, sehingga pada suatu tingkatan yang tak terjangkau dengan akal kita bertindak sebagai ko-kreator dalam hidup kita sendiri. Terlepas dari keyakinan masing-masing bagaimana cara kita mendekati-Nya.

Apa yang ada dalam angan dan pikiran kita semakin kuat kita pikir dan inginkan, akan memberi 'energi' pada sekitar kita untuk mewujudkan keinginan itu. Hal ini sering disebut sebagai beyond psychology. Pikiran kita yang membentuk kejadian-kejadian di sekitar kita. "You don't think what you are, you are what you think". Bila kita berpikir bahwa kita bodoh, maka kita pun menjadi bodoh...

Persamaan dari kedua pemikiran di atas ialah pada akhirnya kita sendirilah yang bisa menentukan jalan hidup masing-masing...

August 7, 2002 9:30 AM
Sudah ada 2 comment (kasih comment?)
1. | 10:59 on 28 July 2005 | by sudarmono

takdir memang ada tapi kita jg harus tetep berusaha, demikian ahlu sunnha berpendapat, yang sekarang masih selalu setia aku ikuti

2. | 20:13 on 30 July 2006 | by muhammad ashar

aq temukan satu permasalahan lho... apa yang qt maksudkan "tetap berusaha". perlu di perjelas dulu cakupan takdir itu kyk gmana. Pertanyaan pertama apa takdir tuhan itu meliputi segalanya dalam ruang waktu yang tidak terbatas ataukah tidak.
kedua, bila qta menjawab ya maka semuanya pasti udah di tentuin. Lalu usaha manusia itu kyk gmana signifikannya. lha wong udah di tentuin.
tapi bila qt menyatakan bahwa takdir tuhan itu tidak mutlak dan terbatas karena di situ ada ruang kreativitas manusia dalam mengubahnya.... ini artinya manusia memiliki kekuatan tanding karena bisa membelokkan takdir tuhan. Bisa-bisa jd lawan tuhan seperti nietcsze. klo demikian adanya kita berada pada pilihan yang sulit; satu sisi qta pasti determinis pada sisi yang lain qt pasti menjadi
"saingan tuhan".
ADA YANG BISA NGELURUSIN MASALAH INI?